Kamis, 06 Mei 2021 - 12:46 WIB

Misteri Cahaya di Kafe Tji Liwoeng

Oleh :

Misteri Cahaya di Kafe Tji Liwoeng


oleh Ahmadie Thaha*

 

Persis sebulan lalu menurut hitungan kalender Hijriyah, di malam Jumat 15 Rabiul Akhir 1441, sy bertandang ke kafe Mas Agus Edi Santoso**, membonceng anak bungsu sy Qonita yg hafidzah. Hanya butuh waktu sekitar 20-an menit bagi sy utk tiba di sana.

Karena badannya kurang sehat, masih batuk termehek2 sepulang dari Rakernas LazisMu di Rinjani, Mas Agus menerima sy di kamar tidurnya yg ber-AC. Usai shalat maghrib, tiba2 dia mengajak sy naik ke lantai atas, ke ruang kafe yg baru beberapa bulan dibukanya. Rumahnya tertingkat tiga dg arsitektur Bali.

Duduk di ruang kafe yg terbuka dan diterpa angin Ciliwung ini, di kursi antik asal Madura yang memenuhi seluruh kafenya, Mas Agus coba mencari posisi agar batuknya tak menjadi-jadi. Dia coba menutup tubuhnya dg jaket, agar angin Ciliwung tak mengganggunya. Sy pun berusaha memintanya kembali ke kamar saja, tapi dia menolak.

Sambil sy minum kopi racikan baristanya asal Bali, sy mendengar cerita Mas Agus tentang putrinya di Madura yg baru selesai ujian pertengahan tahun, dan rencananya mau pulang liburan. Dia bangga anaknya yg bungsu sudah hafal salah satu surah al-Qur'an yg agak panjang, dan minta dites oleh Qonita. Selain hafalan anaknya tepat, bacaannya bagus sekali. 

Di tengah itu, datang seorang kawan, mantan wartawan Swa, kini jadi pengusaha importir, yg sy lupa namanya. Kami pun terlibat diskusi bermacam hal, terutama kondisi ekonomi yg lesu di mana2. Juga tentang usaha kuliner, racikan mie Acehnya, serta resep kopinya. Tak terasa, jam sdh menunjukkan hampir pukul 22.00. 

Akhirnya sy pamit pulang. Tapi sebelum itu, sy minta berfoto bersama. Menggunakan kamera hp sy, Castro anak laki2 Mas Agus diminta memotret kami yg duduk di meja. Begitu melihat hasil jepretannya yg empat kali, sy kaget kok ada bbrp cahaya seolah2 berasal dari lampu sorot dalam foto itu, pdhl di dlm kafe tdk ada lampu2 yg memungkinkan mengeluarkan cahaya seperti itu.

Sy lantas teringat, malam itu malam Jumat, maka sy pun bilang ke Mas Agus, pasti ada sesuatu makhluk gaib hadir di ruang ini, yg hanya bisa tertangkap cahayanya di kamera. Makhluk itu kemungkinan memang terbuat dari cahaya. 

Lantas, kami pun terlibat diskusi, sambil badan mulai terasa merinding dan terkesiap tentang kemungkinan hadirnya makhluk halus seperti malaikat. Sempat terbetik di kepala, jangan2 hari2 Mas Agus sudah dekat, apalagi kesehatannya terus menurun dalam beberapa bulan terakhir. Cahaya itu tetap misteri sampai sekarang.

Yang pasti, persis sebulan kemudian, Jumat malam Sabtu 14 Jumadil Ula 1441 (10 Jan 2020), pkl 21.11, Mas Agus Edi Santoso wafat di RS Harapan Kita. Sy sempat bbrp kali membisikkan tahlil dan hauqalah ke telinganya, sebelum dokter menyatakan dia sudah tiada. Dia pergi selamanya meninggalkan seorang istri dan empat putera-putri, serta jutaan kenangan bagi para sahabatnya yg begitu banyaknya.

Selamat jalan Mas Agus dengan husnul khatimah.

*ahmadie thaha, wartawan senior, pernah di Majalah Tempo dan Harian Umum Republika

**Agus Edi Santosa, aktivis gerakan mahasiswa Prodem 1980-1990an. Terakhir menjadi wakil ketua Bidang Kelembagaan dan HRD LazisMU Pusat

Editor: bn2



Info Terkait
  • The Secret Meeting That Change Indonesia

    The Secret Meeting That Change Indonesia

    Senin, 06 Juli 2020 - 09:00 WIB
  • IG Kamu Kena Hack?

    IG Kamu Kena Hack?

    Senin, 15 Juni 2020 - 22:20 WIB
  • Jenis Kalimat Penghambat Keberhasilan

    Jenis Kalimat Penghambat Keberhasilan

    Kamis, 04 Juni 2020 - 13:08 WIB
  • 1% Kesuksesan, Source: Hacking Your Mind Book

    1% Kesuksesan, Source: Hacking Your Mind Book

    Kamis, 13 Februari 2020 - 22:06 WIB
  • Teknik dan Tren SEO 2020 yang Harus Anda Ketahui

    Teknik dan Tren SEO 2020 yang Harus Anda Ketahui

    Rabu, 05 Februari 2020 - 08:39 WIB
  • Teknik dan Tren SEO 2020 yang Harus Anda Ketahui

    Teknik dan Tren SEO 2020 yang Harus Anda Ketahui

    Rabu, 05 Februari 2020 - 08:39 WIB
  • 10 Prinsip Menjual

    10 Prinsip Menjual

    Sabtu, 18 Januari 2020 - 15:00 WIB