Kamis, 06 Mei 2021 - 13:44 WIB

Usaha Mikro dan Kecil Didorong Mampu Tembus Pasar Global

Oleh :

Usaha Mikro dan Kecil Didorong Mampu Tembus Pasar Global

Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM Arif Rahman Hakim pada Pelatihan Kewirausahaan Bagi Masyarakat Sosial, di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (8/10/2020).


 
 

m_Telematika (CILACAP) – Para pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) Didorong terus maju dan berkembang di tengah pandemi covid-19. Caranya, dengan menguasai internet agar bisa Masuk pasar online.

“Caranya, dengan meningkatkan pemasaran produk melalui online atau marketplace,” kata Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM Arif Rahman Hakim saat membetikan motivasi kepada peserta pelatihan kewirausahaan bagi masyarakat sosial, di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (8/10/2020).

Menurut Arif, digitalisasi UMKM menjadi mutlak dilakukan, karena UMKM yang eksis dan mampu mempertahankan omzet penjualannya adalah UMKM yang terhubung dengan ekosistem digital. Karenanya, para peserta pelatihan dibekali materi umum, antara lain motivasi kewirausahaan, penyusunan bisnis plan, perkoperasian, dan Digital Marketing.

Bahkan, lanjut Arif, ketika sudah menerapkan pemasaran online, tidak menutup kemungkinan pelaku UMK dapat menembus pasar global (ekspor). “Harus punya keinginan dan mimpi ke arah sana. Dan UMK harus belajar bagaimana tata kelola melakukan ekspor. Ada pelatihan online untuk itu,” tutur Arif.

Dia pun menyilakan para peserta pelatihan untuk merujuk website edukukm.id dan Rumah BUMN sebagai sumber pembelajaran bagi UMK untuk meningkatkan kualitas SDM. “Setelah pelatihan ini, saya berharap jaringan usaha bisa berkembang. Ingat, luasnya networking sangat penting dalam pengembangan UMK,” katanya.

Arif meyakini, bila UMK selalu menambah ilmu dan pengetahuan melalui pelatihan-pelatihan, pasar dan kapasitas usaha akan meningkat. “Kita harus bisa memanfaatkan potensi yang ada di wilayah kita. Misalnya, untuk sektor peternakan sapi dan kambing, masih bisa berkembang hingga bisa memiliki industri olahan sendiri. Dari mulai industri olahan susu, hingga keju,” jelas Arif.

Begitu juga dengan potensi pasar kopi yang masih bisa dikembangkan hingga ke mancanegara. “Masyarakat Timur Tengah dan Eropa sangat menyukai rasa kopi asal Indonesia. Masalahnya di kita adalah menyangkut suplai kopi yang masih kalah dari suplai dari Brazil dan Vietnam,” ungkap Arif.

Menurut Arif, bila UMK melakukan ekspor produk secara sendiri-sendiri, terbilang mahal ongkosnya. “Selain ekspor produk melalui perusahaan Off-Taker, UMK juga bisa berkongsi dalam wadah koperasi. Saat ini, langkah kemitraan menjadi hal yang penting dalam mengembangkan UMK,” kata Arif.

Strategi KemenkopUKM

Masih kata Arif, KemenkopUKM juga sudah memiliki beberapa strategi untuk meningkatkan kapasitas usaha pelaku UMKM di Indonesia. Di antaranya, perluasan akses pasar dengan cara sinergi dengan Kementerian/Lembaga lain dalam menyerap produk UMK.

Oleh karena itu, pelaku UMK harus rajin mengakses informasi bisnis yang ada di banyak kementerian dan lembaga.

“Produk UMK bisa masuk e-Katalog dan peluang ini harus bisa dimanfaatkan,” tandas Arif. Dia pun mencontohkan, ada UMK yang mendapat order dari e-Katalog sebesar Rp200 juta, sehingga mampu menambah tenaga kerja (pegawai) dari tiga orang menjadi 10 orang.

Bahkan, sudah ada komitmen dari sembilan BUMN untuk membeli produk hasil UMK. Seperti Pertamina, Telkom, Bank BRI, dan sebagainya. “Kita juga mempermudah produk UMK untuk masuk ke pasar strategis lain, seperti bandara dan rest area jalan tol,” ujar Arif.

Langkah strategis lainnya adalah meningkatkan daya saing produk UMKM, dengan mengembangkan Rumah Produksi Bersama yang bisa dimiliki koperasi. “Bahan baku cukup tersedia di wilayah masing-masing kabupaten,” kata Arif.

Yang tak kalah penting juga, strategi pemerintah dalam pengembangan kewirausahaan di Indonesia. Arif mengajak pelaku UMK bisa memanfaatkan fasilitas yang ada di PLUT KUKM dan Gedung Smesco Jakarta. “KemenkopUKM juga terus membuat model-model pembiayaan yang murah dan mudah diakses pelaku UMK,” kata Arif mengakhiri pembicaraannya. (ab)

Editor: bani saksono