Senin, 21 Juni 2021 - 22:23 WIB

Platform E-Commerce Wafipreneur: Buka Lapangan Kerja dan Banjir Orderan

Oleh :

Platform E-Commerce Wafipreneur: Buka Lapangan Kerja dan Banjir Orderan


m_TELEMATIKA (Depok) -  Sektor ekonomi terpuruk sebagai dampak dari pandemi covid-19. Banyak pelaku usaha mengeluh omzet turun drastis. PHK besar-besaran terjadi di mana-mana. Namun itu tidak berlaku bagi tim kreatif Wafipreneur. 

Omzet justru naik berlipat-lipat. Sebaliknya juga memberikan peluang usaha kepada lebih 200 pebisnis online baru. Mereka dihimpun sebagai Reseller. Tim Wafipreneur bahkan terus menambah staf admin, karena kewalahan menangani orderan bertubi-tubi dari produk yang dipasarkan

"Saat ini produk yang kami pasarkan meliputi benih aneka sayuran,  cetakan lontong ajaib, dan rak piring portable," tutur penanggung jawab Wafipreneur Iko Musmulyadi. Ke depannya akan ada 10 produk lagi yang akan dipasarkan. Swjumlah pengusaha telah menghubungi dirinya untuk minta agar produknya dipasarkan Wafipreneur.

Seorang reseller bahkan berhasil menjaring pembeli dari Pakistan. Mereka tertarik dengan produk yang dipasarkan melalui medsos. Bisa jadi mereka menjadi pintu gerbang Wafipreneur menembus pasar dunia. 

Iko mengklaim sistem bisnisnya sebagai pertama dan satu-satunya di Indonesia. "Sistem bisnis yang saya kembangkan ini The One and Only. Satu-satunya di Indonesia karena meniadakan segala kerumitan yang memberatkan. Uniknya semua terkoordinasi dan terkendali hanya melalui grup-grup WA," kata Iko di rumah yang juga kantornya di kawasan Cilodong, Depok, pertengahan Mei 2020.

Selain hanya dipersyaratkan membeli satu produk, semua fasilitas diperoleh secara gratis. Calon reseller dibuatkan toko inline, dibuatkan media promosinya. Tinggal nyebar ke jaringan media sosial masing-masing. Begitu order masuk, langsung dapat bagi hasilnya. 

"Saya sudah pelajari berbagai kemitraan reseller dari banyak perusahaan. Sejauh ini sistem konsep platform e-commerce Wafipreneur masih yang terbaik. Boleh tanya 87 mitra reseller kami yang sudah terdaftar," tutur mantan direktur di Istana Mulia Santripreneur Academy ini. 

Bukannya pesimistis, Iko memperkirakan kondisi ekonomi yang terpuruk saat didera pandemi virus corona itu tidak bisa pulih dalam kurun waktu satu dua tahun ke depan. Karena itu solusi yang ditawarkan Wafipreneur merupakan jawaban yang cerdas, tuntas, dan langsung menghasilkan, yaitu digital marketing. 

Dia mengaku paham dengan persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini. Setidaknya ada empat hal. Pertama, tidak tahu harus mulai dari mana karena belum pernah berbisnis di Internet. Dua, waktu dan modal terbatas. Tiga, tidak memiliki mentor dan komunitas. Empat, tidak tahu cara berjualan yang tepat.

Menjawab permasalahan di atas, Wafipreneur menyiapkan 1M-Business Coaching melalui grup WA. "Itu untuk teman-teman yang ingin memulai berbisnis online, dengan langsung praktek jualan dan mendapatkan penghasilan harian," tutur Iko.

Apa saja yang disampaikan Wafipreneur buat para calon reseller-nya? Memanfaatkan waktu untuk belajar, belajar, dan belajar. "Sangat penting dan genting atau mendesak untuk memiliki keterampilan yang bisa menghasilkan pendapatan secara cepat, seperti mengenal internet, editing foto dan video, digital marketing, mengelola toko online,  pengoperasian ads, membuat website,  dan produk  IT lainnya," kata Iko menambahkan.

 

Bandingkan Kartu Prakerja

Ekonom dari Universitas Andalas Handi Risza menilai platform Wafipreneur jauh lebih baik dari model pelatihan online bagi peserta Kartu Prakerja. "Apa yang dilakukan Pak Iko dengan menggunakan pendekatan edukasi dan pola kemitraan dalam mengembangkan konsep digital marketing bagi para pemula, sangat bermanfaat ketimbang membeli paket aplikasi training dalam program kartu pra kerja yang hanya bersifat satu arah saja," tutur Handi.

Menurut dia, yang dilakukan Iko dengan Wafipreneur-nya merupakan peluang sekaligus tantangan bagi para marketer dan produsen untuk mengubah cara pandang mereka dalam menjual dan memasarkan produk secara kreatif dan inovatif lewat media online atau digital. "PSBB telah menjadi lembaga kursus tersendiri bagi mereka untuk siap berkompetisi di saat new normal," kata ekonom ini. 

Handi mengungkapkan,  pandemi covid-19 telah mengubah landscape ekonomi global secara drastis hanya dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir. Hampir semua produk yang dilakukan dengan pola interaksi langsung terpukul. Sebut saja; pariwisata, transportasi, restoran, hingga supermarket.  

Sebaliknya, kata dia, transaksi bisnis online secara signifikan meningkat selama covid-19 berlangsung. "Seperti misalnya membeli makanan atau kuliner, membeli kebutuhan harian, membeli barang elektronik dan lain-lain telah menjadi cara baru dalam menjual dan memasarkan produk. Ini akan menjadi new normal pasca covid-19 nantinya," ujarnya. (b)

 http://benihsayur.site/6/bani

Editor: BS