Senin, 26 Juli 2021 - 09:26 WIB

Penjualan Daring Solusi Bertahan Saat Pandemi Covid-19

Oleh :

Penjualan Daring Solusi Bertahan Saat Pandemi Covid-19

e-commerce


m_Telematika (Jakarta)-Pandemi corona virus disease 2019/Covid-19 (Virus Korona) memaksa perubahan model transaksi perdagangan barang dan jasa yang dilakukan setiap orang. Dari bentuk perdagangan bertemu secara langsung menjadi tidak langsung secara daring.

Langkah ini dilakukan guna menjalankan kebijakan pemerintah yakni social distancing (menjaga jarak) hingga pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Dari pemberlakukan tadi diyakini dapat memutus penyebaran pandemi Covid-19. 

Namun, tidak semua orang siap melakukan aktivitas ini akibat terjadi secara mendadak. Namun, itu harus dilakukan guna betahan sekaligus meneruskan perdagangan barang dan jasa. 

"Sebagian masyarakat yang mungkin belum pernah berjual-beli online sebelumnya, akan mau beradaptasi dan mencoba, karena ini adalah alternatif terbaik di tengah krisis,” kata Brian Marshal, Chief Executive Officer (CEO) Founder Sirclo pada Kamis (23/4/2020). 

Dengan begitu penjual harus mencari platform electronic commerce (perdagangan elektronik) yang dapat dipakai memasarkan produknya. Untuk produk makanan dan minuman dapat memanfaarkan Sirclo sebuah perusahaaa perdagangan elektronik (e-dagang). 

Mereka juga dapat memilih platform marketplace (pasar perdagangan) seperti Tokopedia, Blibli, Shopee, dan Bukalapak. Selain itu penjual dapat menggunakan aplikasi komunikasi seperti WhatsApp Business yang dapat berhubungan dengan konsumen akhir secara langsung.

"Dengan mengoptimalkan penggunaan teknologi digital untuk tetap berinteraksi dengan pelanggan, maka hasilnya tidak hanya akan terasa di tengah masa pandemi ini, melainkan dalam jangka waktu yang panjang,” jelasnya. 

Sirclo mencapai kenaikan perdagangan produk makanan dan minuman sebesar 143% mulai Februari 2020 sampai Maret 2020. 

Produk makanan itu merupakan makanan kemasan yang tahan lama, seperti biskuit, saus, dan camilan, sedangkan minuman kemasana seperti jus dan susu. 

“Sampai minggu kedua April, peningkatan permintaan produk tersebut sudah 1,5 kali lipat dibanding bulan Februari,” jelasnya. 

Bahkan, sampai akhir April 2020 diperkirakan terjadi kenaikan permintaan produk dibandingkan Februari 2020 sebesar 261%. Pembayaran produk dilakukan secara nontunai. (mam)

 

Editor: Ade Maulidin