Senin, 21 Juni 2021 - 23:22 WIB

Hooq Tutup Layanan Akhir April 2020

Oleh :

Hooq Tutup Layanan Akhir April 2020

Layanan Video on Demand Hooq


m_Telematika (Singapura)-Guntur Siboro, Head of Hooq Indonesia, mengungkapkan layanan video demand ini akan tutup pada 30 April 2020. Karena, para pemegang saham Hooq sudah melakukan pengajuan likuidasi di Singapura pada 27 Maret lalu.

“Kemungkinan para pemegang saham ingin lebih fokus pada bisnis inti mereka masing-masing, di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil saat ini,” katanya pada Selasa (28/4/2020).

Singapore Telecommunication (Singtel) sebagai pemegang 76,5% saham Hooq mengemukakan pengajuan likuidasi dilakukannya akibat pertumbuhan bisnis yang kurang maksimal untuk menutup biaya operasional. Apalagi, model bisnis yang diusungnya tidak dapat mengantisipasi perubahan pasar. 

Hooq mengklaim penutupan layanan video on demand tidak merugikan penumpang lantaran mereka sudah tidak dikenakan biaya berlangganan sejak akhir Maret 2020. Bahkan, layanan ini sudah tidak dibuka bagi pelanggan baru. 

“Kami tidak bekerja sama bundling dengan mitra di berbagai negara setelah likuidasi ini berakhir,” ujarnya. 

Selama ini Hooq bekerja sama dengan sejumlah pihak seperti Telkom yang menawarkan bundling untuk pelanggan IndiHome. Selain itu dilakukan dengan Grab untuk memberikan layanan video streaming di platform Grab. 

Hooq merupakan layanan video on demand berbasis di Singapura yang merupakan perusahaan patungan Sony Pictures, Warner Bros, dan Singtel. Layanan ini hadir pertama kali di beberapa negara Asia pada Januari 2015 seperti Filipina, Thailand, India, Indonesia, dan Singapura. (mam)

 

Editor: Ade Maulidin