Rabu, 15 Juli 2020 - 03:30 WIB

Cerdas, Rute Penerbangan Berbasis Satelit Hemat Avtur Rp10,5 Miliar


Oleh :

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined index: image1

Filename: fron/detail-blog.php

Line Number: 1289

http://mediatelematika.net/files/media/" alt="Cerdas, Rute Penerbangan Berbasis Satelit Hemat Avtur Rp10,5 Miliar" width="100%">

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined index: deskripsi

Filename: fron/detail-blog.php

Line Number: 1291

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined index: deskripsi

Filename: fron/detail-blog.php

Line Number: 1291




m_TELEMATIKA (Jakarta) - Pengoperasian rute penerbangan domestik berbasis satelit atau “Performance Based Navigation” (PBN) bisa memangkas biaya operasional sebesar Rp10,5 miliar. Di samping itu, sistem tersebut juga meningkatkan keselamatan penerbangan.

AirNav Indonesia mulai mengoperasikan secara resmi rute tersebut pada 30 Januari 2020 pukul 00.00 UTC atau 07.00 WIB. Direktur Operasi AirNav Indonesia Mokhammad Khatim mengaku sudah mengundang pemangku kepentingan penerbangan nasional seperti maskapai, TNI dan Kementerian Perhubungan untuk sosialisasi implementasi rute ini pada Selasa (20/01/2020).

"Kami akan mentransformasikan layanan navigasi pada rute-rute yang menghubungkan keempat bandara tersebut dari yang sebelumnya ground-based menjadi satellite-based,” kata dia dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (30/01/2020) .

Dia menjelaskan implementasi rute berbasis satelit pada rute yang dikenal dengan istilah Tango I-VI ini akan meningkatkan keselamatan penerbangan.

"Bagi maskapai tentunya rute ini akan lebih nyaman, kapasitas ruang udara akan dapat dioptimalkan. Hal ini akan berdampak terhadap penurunan penggunaan avtur karena penerbangan yang menghubungkan keempat bandara tersebut menjadi direct dan lebih presisi serta tentunya upaya ini sejalan pula dengan upaya industri penerbangan untuk lebih go green,” papar dia.

Khatim menuturkan rute PBN ini akan menghubungkan empat bandara besar Indonesia. Yakni Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta, Bandara Juanda di Surabaya, Bandara I Gusti Ngurah Rai di Denpasar, dan Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar. Rute ini menghemat jarak rata-rata tujuh nautical mile pada sekitar 7.519 perbangan dalam satu bulan.

"Jika asumsinya tujuh nautical mile bisa menghabiskan 25 liter avtur seharga Rp200.000 per penerbangan. Artinya tujuh nautical mile dikalikan 7.519 penerbangan dikalikan Rp200.000, hasilnya kami bisa memberikan efisiensi sekitar Rp10,5 miliar per bulan kepada maskapai,” kata  Khatim.

Implementasi rute berbasis satelit ini juga diklaimnya akan mengurangi konflik yang mungkin terjadi dengan rute-rute domestik lain yang bersinggungan dan belum menggunakan PBN.

“Dengan implementasi rute PBN ini, kami tidak langsung menghapus rute konvensional. Jadi baik penerbangan sipil maupun militer bisa menggunakan rute PBN ini atau juga masih bisa menggunakan rute konvensional yang selama ini telah ada,” ujar Khatim.

Editor: P.S




Selengkapnya